Panglima Ungkap TNI AL Akan Latihan Bersama dengan Jet Tempur Siluman F-35 AS

13 September 2022

Kapal amfibi Landing helicopter assault (LHA) dilengkapi pesawat siluman F-35B (photo : Shipshub)

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan TNI Angkatan Laut akan menggelar latihan bersama Angkatan Laut Amerika Serikat bertajuk Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) pada November 2022.

Rencananya, US Navy akan memasang jet tempur siluman F-35 dalam latihan ini.

“Tahun ini saja kita ada dua kalau tidak salah Angkatan Laut. Satu, latihan bersama CARAT, November kira-kira, itu dengan Amerika Serikat,” kata Andika saat sambutan dalam pameran Naval Expo di Balai Samudera, Jakarta, Minggu (11/9/2022).

Menurut Andika, latihan ini akan sangat bersejarah bagi TNI AL. Sebab, agenda tersebut akan menjadi kali pertama bagi TNI AL merasakan latihan bersama jet tempur siluman F-35.

“Karena apa, karena untuk pertama kalinya, latihan ini digunakan kapal amfibi. Berarti yang lebih besar dari fregat, tapi juga dengan pesawat tempur F-35 Stealth pertama kali dalam sejarah,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Andika pun meminta agar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono memanfaatkan betul momentum latihan ini.

Ia juga mengingatkan agar TNI AL tidak hanya menerjunkan prajurit senior, tetapi juga prajurit generasi baru, agar pengalaman latihan.

“Generasi junior, generasi yang senior semuanya diikutkan supaya tidak menghilang begitu saja. Generasi pendahulu sebelum dan saat ini belum ada yang mengalami itu,” imbuh Andika. (Kompas)

RAAF P-8A Poseidon (photo : Aus DoD)

Panglima Andika Harap TNI Suatu Saat Punya Pesawat Mata-mata P-8 Poseidon

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berharap TNI suatu saat bisa mempunyai pesawat mata-mata P-8 Poseidon buatan Amerika Serikat. 

Hal ini disampaikan Andika ketika mengenang kehadiran P-8 Poseidon milik United State Indo-Pacom dalam latihan bersama Super Garuda Shield 2022 pada awal Agustus 2022. 

Bahkan, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo berkesempatan melihat secara langsung kabin pesawat mata-mata tersebut. 

“Sama halnya pada saat Super Garuda Shield kemarin, kita punya kesempatan untuk melihat misalnya pesawat intai (P-8) Poseidon yang mudah-mudahan suatu saat kita punya,” kata Andika saat memberikan sambutan dalam pameran Naval Expo di Balai Samudera, Jakarta, Minggu (11/9/2022).

Andika berharap P-8 Poseidon tidak hanya dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, tetapi juga TNI Angkatan Laut. 

“Angkatan Laut, jadi, bukan hanya AU, AL suatu saat juga harus punya,” harap mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut. 

Pesawat P-8 Poseidon merupakan pesawat patroli buatan Boeing.

Melansir situs resmi Boeing, disebutkan P-8 Poseidon merupakan pesawat patroli maritim multi-misi, unggul dalam perang antikapal selam, perang antipermukaan, intelijen, pengintaian dan pencarian serta penyelamatan. 

P-8 Poseidon dapat terbang lebih tinggi hingga 41.000 kaki dan mencapai kecepatan 490 knot.

Pesawat ini dibekali dengan dua mesin CFM56-7 yang masing-masing menghasilkan daya dorong 27.000 lbf.

Panjang dari pesawat P-8 ini yakni 129,5 kaki atau sekitar 39,47 meter. Dengan rentang sayap yang memiliki panjang 123,6 kaki atau sekitar 37,64 meter. 

Kemudian, tinggi dari pesawat ini tercatat 42,1 kaki atau sama dengan 12,83 meter. 

Pesawat P-8 juga dirancang untuk misi ketinggian rendah dan telah membuktikan kemampuannya mendukung misi kemanusiaan dan pencarian serta penyelamatan.

Subscribe to receive free email updates: