KRI OWA Masih Tetap Membawa Rudal Yakhont

28 Juni 2020


Fregat KRI Oswald Siahaan 354 (all photos : KRI OWA)

Di Kapal Perang Indonesia Ini Bersemayam Rudal Rusia

VIVA – Banyaknya jenis Kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk menjaga perairan Indonesia dari pihak asing, maka KRI dibagi dalam 11 kelas dengan empat jenis yang berbeda pula.

Edisi VIVA Militer kali ini akan membahas KRI yang tergabung dalam kelas Ahmad Yani dengan jenis frigate. Kapal ini adalah KRI Oswald Siahaan 354. KRI ini sudah mengarungi perairan Indonesia selama 34 tahun sejak TNI AL membeli kapal asli Belanda pada tahun 1986. 


Tampak 4 peluncur rudal Yakhont di ujung hangar helikopter (photo : KRI OWA)

Kapal asli Belanda ini sebelumnya bernama HNLMS Van Nes (F805), hingga pada akhirnya diganti menjadi KRI Oswald Siahaan 354. Pemilihan nama untuk KRI ini diambil dari nama prajurit TNI AL sekaligus pahlawan nasional Oswald Siahaan yang gugur dalam pertempuran Teluk Sibolga.

Sebelum berpindah, KRI Oswald Siahaan 354 sempat mendapat peningkatan kemampuan tempur dengan menambahkan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) Mistral menggantikan Sea Cat.

Selanjutnya pada tahun 2010, PT PAL Indonesia mengganti senjata rudal yang bersemayam di tubuh kapal perang ini. Dari rudal  8x Harpoon McDonnel Douglas buatan USA dengan rudal 4x P-800 Oniks Yakhont buatan Rusia.


Panel dashboard peluncur rudal Yakhont (photo : KRI OWA)

Selain rudal, KRI Oswald Siahaan 354 juga dilengkapi berbagai persenjataan yaitu 1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm, 2 Senapan mesin 12.7mm, dan 12 Torpedo Honeywell Mk. 46.

Dengan bobot 2.940 ton dan panjangnya yang mencapai 113,42 meter, KRI Oswald Siahaan 354 mampu menampung 180 personel di dalamnya. Kapal ini juga dilengkapi dek untuk helikopter. Sebelumnya dek ini digunakan helikopter Westland Wasp HAS 1 sebagai heli anti kapal selam, namun sayang helikopter asal Inggris itu sudah kini pensiun. (Viva)


Nose cap Rudal Yakhont milik TNI AL, di buritan KRI Oswald Siahaan-354 saat sandar di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung Surabaya (photo : Antara)

Rudal Yakhont TNI AL

Kantor berita Antara menyebutkan bahwa Rudal jelajah Yakhont buatan NPO Mashinostroyeniya  Rusia yang dimiliki TNI AL  memiliki spesifikasi kecepatan 750 m per detik (2,5 Mach), jangkauan sasaran 300 Km, berat 3040 Kg, panjang 8,9 m dan berat hulu ledak 200 Kg.

TNI AL menyebutkan bahwa Uji coba penembakan diawali dengan peluncuran Rudal Yakhont dari KRI Oswald Siahaan - 345 (OWA) di Samudera Hindia atau Sebelah Barat Selat Sunda dengan sasaran eks KRI Teluk Bayur – 502 (Landing Ship Tank) pada jarak kurang lebih 135 Mil laut atau sekitar 250 Km. Tepat pukul 10.30 WIB, KRI Oswald Siahaan OWA – 354 berhasil menembakan Rudal Yakhont yang tepat mengenai sasaran hingga tenggelam Rabu (20/4/2011).

(Defense Studies)

Subscribe to receive free email updates: